Paradigma teknik sipil mencakup prinsip dasar yang mendasari perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan infrastruktur. Di dunia akademik, teknik sipil diajarkan dengan fokus pada teori dan metode yang efisien, berbasis pada standar internasional dan teknologi terbaru. Namun, dalam penerapannya di lapangan, banyak tantangan yang muncul, terutama terkait dengan ketidaksesuaian desain dengan kondisi lokal, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pengawasan. Realitas ini seringkali menghambat proyek konstruksi di Indonesia, terutama di daerah terpencil, di mana faktor sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat lokal sering kali diabaikan. Oleh karena itu, terdapat kesenjangan antara teori yang diajarkan di perguruan tinggi dan kebutuhan praktis di lapangan, yang mengharuskan penerapan solusi yang lebih kontekstual dan berbasis pada kondisi nyata masyarakat.

Diterbitkan: 2025-12-20