Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi, beralih dari komunikasi tatap muka ke komunikasi digital yang lebih cepat dan efisien. Meskipun mempermudah interaksi, media sosial mengurangi komunikasi non-verbal seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh, yang memengaruhi kualitas hubungan interpersonal.
Komunikasi di era media sosial sering kali lebih superfisial, dengan risiko miscommunication dan over-communication. Perubahan ini juga berdampak pada kedekatan emosional, norma sosial, dan etika dalam berkomunikasi, serta menciptakan fenomena kecanduan media sosial yang mengganggu kemampuan komunikasi dalam kehidupan nyata.
Secara keseluruhan, meskipun media sosial memiliki keuntungan, perubahan dalam komunikasi tatap muka memerlukan perhatian agar hubungan interpersonal tetap berkualitas.
Diterbitkan: 2025-12-02