Perubahan Komunikasi Tatap Muka: Analisis Komunikasi Interpersonal di Era Media Sosial

Isi Artikel Utama

Juandana Kawuladini Putra

Abstrak

Perubahan mendasar dalam pola komunikasi interpersonal yang diakibatkan oleh meluasnya penggunaan media sosial merupakan fenomena yang lazim sehingga perlu dikaji secara mendalam dalam penelitian ini. Perubahan dari percakapan tatap muka dengan segudang petunjuk nonverbal ke komunikasi yang dimediasi layar merupakan fenomena yang memengaruhi lebih dari sekadar alat komunikasi. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana media sosial memengaruhi dinamika dan kualitas komunikasi interpersonal, serta untuk mengidentifikasi setiap perubahan perilaku yang dialami orang. Penelitian ini mengkaji bagaimana media sosial secara sistematis menghilangkan indikator nonverbal seperti bahasa tubuh, intonasi suara, dan ekspresi wajah yang semuanya penting untuk menumbuhkan empati dan pemahaman menggunakan metodologi kualitatif yang mencakup tinjauan pustaka dan analisis dokumen. Fenomena komunikasi asinkron, di mana penundaan antara pengiriman dan penerimaan pesan memengaruhi alur percakapan dan dapat menyebabkan ambiguitas, juga dikaji dalam studi ini. Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun media sosial menyediakan konektivitas yang belum pernah ada sebelumnya dan memudahkan pembangunan jaringan sosial yang luas, media sosial juga menghasilkan sebuah paradoks: semakin banyak koneksi virtual, semakin sulit pula mempertahankan hubungan yang bermakna. Perubahan ini memiliki konsekuensi, seperti meningkatnya kesalahpahaman, menurunnya empati, dan bahkan kemungkinan isolasi sosial di antara pengguna daring. Dengan mempertimbangkan semua hal, studi ini menunjukkan bagaimana media sosial telah mengubah fundamental komunikasi tatap muka. Untuk menjaga kesejahteraan sosial dan psikologis, studi ini menyarankan masyarakat untuk secara kritis menyadari dampak-dampak ini dan pentingnya mencapai keseimbangan antara hubungan daring dan luring.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Ilmu Komunikasi

Referensi

Al-Saggaf, Y., & Allam, A. (2017). The effect of phubbing on marital relationships. International Journal of Cyber Behavior, Psychology and Learning, 7(2), 1-16.

Boyd, D. M., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210–230.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Daft, R. L., & Lengel, R. H. (1986). Organizational information requirements, media richness and structural design. Management Science, 32(5), 554–571.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Garden City, NY: Anchor Books.

Given, L. M. (2008). The SAGE encyclopedia of qualitative research methods. SAGE Publications.

Knapp, M. L., & Hall, J. A. (2010). Nonverbal communication in human interaction. Boston, MA: Cengage Learning.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2017). Theories of human communication (11th ed.). Long Grove, IL: Waveland Press.

Pew Research Center. (2020). Social Media Use in 2020. Diakses pada 26 September 2025 dari https://www.pewresearch.org/internet/2020/10/29/social-media-use-in-2020/

Short, J., Williams, E., & Christie, B. (1976). The social psychology of telecommunications. London: John Wiley & Sons.

Suler, J. R. (2004). The online disinhibition effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321–326.

Turkle, S. (2011). Alone together: Why we expect more from technology and less from each other. New York, NY: Basic Books.

We Are Social & Meltwater. (2024). Digital 2024: Global Overview Report. Diakses pada 26 September 2025 dari https://wearesocial.com/reports/digital-2024-global-overview-report/